faq

FAQ Nutrisalin

Garam Sehat, Rendah Sodium

Sahabat Nutriers pasti mengenal senyawa bernama garam. Serbuk kristal putih dengan rasa asin ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Namun dewasa ini, kebiasaan mengkonsumsi serbuk asin ini banyak dihubungkan dengan berbagai penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Pertanyaannya, bukankah garam berguna bagi tubuh? Sebenarnya dia teman atau lawan? Daripada Sahabat Nutriers makin penasaran, mari kita lihat bersama ulasan berbagai pertanyaan seputar garam yang disajikan secara lugas oleh tim Nutrisalin berikut ini hanya untuk Sahabat Nutriers tercinta.

Apa itu Garam?

Secara Kimiawi, garam dapat didefinisikan sebagai suatu senyawa yang terbentuk dari reaksi netralisasi asam dan basa misalnya  senyawa natrium klorida, magnesium sulfat dan kalium klorida. Dalam kehidupan kita sehari-hari, ketika orang berbicara tentang garam, atau garam dapur, mereka biasanya merujuk pada senyawa  natrium klorida – suatu senyawa netral yang terdiri dari ion natrium dan klorida. Kalium klorida juga merupakan suatu garam. Juga dikenal sebagai “muriate  of potash”, senyawa netral ini terdiri dari ion kalium dan ion klorida.

Apa fungsi garam yang digunakan dalam produksi pangan?

Dalam industri makanan, garam memiliki fungsi penting yaitu : memberikan rasa, dan mengawetkan. Dewasa ini, mayoritas industri makanan menggunakan garam untuk membumbui makanan – memberi rasa asin dan gurih (seperti dalam keripik), atau dapat pula digunakan sebagai penambah rasa (meningkatkan mouthfeel dari makanan). Garam juga dapat digunakan sebagai pengawet untuk produk ikan dan daging karena mampu membatasi pertumbuhan mikroba. Selain itu garam juga memainkan peran penting dalam produksi keju.

Saya masih muda, apakah perlu mengkhawatirkan jumlah asupan garam yang saya konsumsi setiap hari? 

Ya, garam memang elemen penting yang dibutuhkan setiap hari oleh tubuh kita. Tidak ada kehidupan tanpa kehadiran garam. Namun ada satu hal yang harus kita perhatikan, yaitu perbandingan asupan natrium dan kalium yang kita konsumsi setiap hari. Setiap hari, tubuh kita hanya membutuhkan sekitar 6 gram garam/hari (atau sekitar 1.5 gram natrium/hari) agar dapat berfungsi normal. Namun jumlah asupan garam yang masuk ke dalam tubuh kita per hari rata-rata sekitar 7-10 gram, bahkan asupan garam orang Indonesia bisa mencapai 15 gram/hari. Konsumsi garam yang terlalu tinggi dan kurangnya asupan Kalium dapat meningkatkan tekanan darah kita. Kondisi naiknya tekanan darah  melebihi batas normal dan menetap  yang kita kenal sebagai hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit serius di kemudian hari seperti stroke dan gagal jantung.

Bukankah garam itu baik untuk tubuh kita? Kita membutuhkannya bukan? Kenapa kita diharuskan untuk mengurangi konsumsi garam?

Tidak peduli berapapun usia kita, asupan garam dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Meskipun Anda tergolong masih muda dan bahkan belum terkena hipertensi sekalipun, konsumsi garam dalam jumlah besar dalam pola makan Anda  meningkatkan resiko Anda terkena berbagai macam penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung di masa yang akan datang. Cara terbaik mencegahnya adalah dengan menurunkan konsumsi garam Anda, dan mulailah sekarang juga.

Tekanan Darah saya normal, masih perlukah mengkhawatirkan asupan garam dalam makanan saya?

Tekanan darah cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia kita, sehingga menurunkan konsumsi garam dalam diet kita dapat membantu menjaga tekanan darah tetap berada dalam ambang normal dan sehat.

Apakah diet rendah garam juga baik untuk anak?

Ya. Pilihan rasa yang kita sukai terbentuk sejak bayi, dan tingginya tekanan darah orang dewasa dapat kita lihat rekam jejaknya melalui pola makan dan konsumsi garam mereka sejak masih kanak-kanak. Sehingga penting untuk kita sadari agar jangan membiasakan anak-anak kita mengkonsumsi makanan yang terlalu asin/mengandung garam yang tinggi. Makanan yang mengandung garam terlalu tinggi seperti kaldu dan saus asin, tidak baik dikonsumsi untuk bayi dan anak-anak. 

Berapa banyak garam yang kita butuhkan setiap hari?

Pedoman diet saat ini merekomendasikan untuk membatasi asupan/konsumsi natrium Anda pada level 1,5-2,4 gram natrium per-hari. The American  Heart Association  menyarankan batas  6  gram  garam/hari.

Apakah Garam Dapur merupakan satu-satunya sumber Natrium dalam makanan kita?

Tidak, Garam dapur bukanlah satu-satunya sumber Natrium bagi tubuh kita. Kita bisa mendapatkan asupan Natrium dari banyak sumber, di antaranya  bumbu penyedap (Sodium Glutamat), Sediaan Effervescent (Sodium Bicarbonate), Roti (Sodium Bicarbonate (Soda kue),  makanan (daging) dalam kaleng (Sodium Nitrate), Acar, keju, sosis, bacon, ham, dressings, ikan asin, kecap (Sodium chloride), bahkan  asupan natrium juga bisa kita dapatkan melalui pengawet dalam makanan  seperti Sodium benzoate.

Jenis makanan seperti apakah yang banyak mengandung garam?

Makanan dengan kadar garam yang tinggi adalah tipe “processed food” seperti snack kacang, soup, cornet, bacon dan ham, makanan siap saji, sereal, bahkan roti. Memang tidak mudah untuk menghindari makanan ini dari daftar menu makanan kita setiap hari, tetapi kita dapat mulai mencoba untuk mengurangi asupan garam dengan menggunakan  garam rendah sodium seperti Nutrisalin atau mengkonsumsi makanan segar tanpa tambahan garam.

Apa perbedaan sodium/natrium dan garam?

Sodium atau Natrium adalah komponen penyusun garam. Garam dapur  terdiri dari 2 komponen utama yaitu sodium (Natrium) 40% dan klorida sebanyak 60%.

Bagaimana saya dapat mengidentifikasi jumlah garam dalam suatu makanan jika di label makanan tersebut hanya tertulis kadar sodium di dalamnya?

Pada dasarnya mayoritas label makanan mencantumkan kadar keduanya. Namun jika hanya kadar sodium yang tercantum di dalamnya kita dapat mengkalikan kadar sodium yang tertera dengan 2.5 untuk mendapatkan jumlah kandungan garam dalam makanan.

Bagaimana saya dapat mengidentifikasi jumlah garam dalam suatu makanan jika di label makanan tersebut hanya tertulis kadar sodium di dalamnya?

Pada dasarnya mayoritas label makanan mencantumkan kadar keduanya. Namun jika hanya kadar sodium yang tercantum di dalamnya kita dapat mengkalikan kadar sodium yang tertera dengan 2.5 untuk mendapatkan jumlah kandungan garam dalam makanan.

Adakah alternatif lain untuk menggantikan garam dalam masakan?

Sebagai alternatif garam kita dapat menggunakan rempah rempah, bumbu kari, bubuk mustard, lemon, cuka, cabe, bawang putih, dan masih banyak lagi. Dan jika Anda memang tidak bisa meninggalkan garam dari daftar resep Anda, kini tersedia garam rendah sodium, Nutrisalin  yang mengandung kalium untuk menggantikan setengah jumlah sodium di dalamnya.

Apa itu Nutrisalin?

Nutrisalin adalah produk garam sehat rendah natrium yang dibuat melalui metode pencampuran khusus, yang mengkombinasikan Natrium Klorida dan Kalium Klorida untuk menghasilkan rasa asin yang kuat, setara garam biasa namun dengan kadar sodium 50% lebih rendah dari garam biasa. Nutrisalin adalah jawaban bagi Anda yang ingin menurunkan jumlah asupan natrium serta membantu Anda menjaga tekanan darah erada dalam ambang normal. Selain itu Nutrisalin juga diperkaya dengan beberapa mineral tambahan seperti Magnesium dan Iodine. Magnesium dapat membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Sedangkan iodine akan membantu Anda menjaga otak dan kelenjar tiroid berfungsi dengan baik.